Irma Windasari

Istri dan ibu dari tiga putra, penulis, penggila buku dan penyuka travelling serta pengelola Paud Cerdas Mandiri ...

Selengkapnya

Mengapa Harus Antri?

Pernah membayar belanja bulanan anda di kasir supermarket atau membeli karcis untuk masuk ke sebuah tempat rekreasi?

Kejadian apa yang pertama Anda tangkap saat itu?

Antri. Ya, antri sudah menjadi pemandangan umum di tempat yang biasanya menyediakan layanan jasa. Di kasir, loket, bank, ATM, apapun. Bahkan untuk anak usia dini, mengantri sudah mereka lakukan bahkan sejak bergiliran cuci tangan. Budaya antri memang sudah mulai biasa kita lihat di kalangan masyarakat sekitar kita. Tetapi, sikap terhadap antri inilah yang masih sering kita temukan aneka keganjilan dan kejadian lucu. Kejadian-kejadian itu kerap membuat kita menggelengkan kepala.

Bu, belanjaan saya cuma satu? Boleh saya duluan?

Bu, anak saya nangis. Saya duluan, ya?

Sering menemukan situasi di atas? Mungkin Anda mulai mengangguk tersenyum. Secara tak sadar kita ternyata belum konsisten dalam menerapkan budaya antri. Masih permisif, begitu istilahnya.

Tahukah Anda, banyak sekali manfaat dan pembelajaran di balik antri ini.

1. Antri mengajarkan kesabaran dan pengedalian emosi.

Menunggu kadang membuat seseorang menjadi tidak sabar atau tersulut emosi. Antri menjadi terapi jitu untuk kesabaran dan pengendalian diri. Anak yang tumbuh dengan pengendalian diri baik, akan berkembang dengan maksimal baik secara emosi maupun kecerdasan. Karena mereka akan cenderung lebih berhati-hati dan bersabar dalam menghadapi masalah.

2. Antri mengajarkan anak untuk menghargai orang lain.

Antri mengajarkan kita terutama anak untuk memghargai orang yang memang sudah menunggu lebih dulu. Anak yang dilatih menghargai orang lain akan tumbuh menjadi anak dengan sopan santun baik.

Jadi, mengapa harus antri? Antri sudah mengajarkan kecerdasan emosi dan kematangan perilaku. Jika emosi dan perilaku sudah matang dan stabil maka berbagai macam pengetahuan akan mudah diserap serta diterapkan.

Hotel Akhsaya, Karawang, 8 Oktober 2018

Irma. W

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Betul bu...terkadang kita dan juga saya sendiri merasakan malas dan terkadang emosi ketika antri....padahal antri mengajarkan kita untuk sabar..Terima kasih sudah diingatkan...Salam kenal...

08 Oct
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali